Bekasi, 18 Desember 2025 – Kawasan pesisir utara Kabupaten Bekasi, khususnya Pantai Bahagia di Kecamatan Muara Gembong, merupakan salah satu wilayah pesisir yang mengalami degradasi lingkungan cukup signifikan. Hingga tahun 2020, luas ekosistem mangrove yang tersisa di wilayah ini tercatat hanya sekitar 1.028,64 hektare atau sekitar 9,81% dari luasan historisnya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain abrasi pantai, intrusi air laut, penurunan kualitas lingkungan, serta terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) bersama PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX: IPCM) melaksanakan Kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui kegiatan penanaman 2.000 (dua ribu) pohon mangrove di kawasan pesisir Pantai Bahagia, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antar anak usaha di lingkungan Pelindo Group dalam mendukung rehabilitasi lingkungan pesisir serta penguatan ekosistem pelabuhan yang berkelanjutan.

Penanaman mangrove dilaksanakan pada lahan milik negara dengan luas area siap tanam sekitar 1 (satu) hektare, melibatkan kelompok masyarakat setempat, yaitu Kelompok Sadar Wisata Alipbata, serta mitra petani lokal yang telah aktif melakukan rehabilitasi mangrove sejak tahun 2019. Keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting guna memastikan keberlanjutan program dan keberhasilan pemulihan ekosistem pesisir.

Sebanyak 2.000 bibit mangrove yang ditanam merupakan jenis Rhizophora mucronata, yang dikenal memiliki sistem perakaran rapat dan kokoh sehingga efektif dalam mengendalikan abrasi pantai serta berfungsi sebagai pemecah gelombang alami. Selain manfaat ekologis, mangrove juga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon dan perlindungan keanekaragaman hayati pesisir.

Ridwan Budiman, DVP Komunikasi Perusahaan, GCG, dan CSR PT Jasa Armada Indonesia Tbk, menyampaikan bahwa kolaborasi penanaman mangrove ini mencerminkan sinergi positif antar anak usaha Pelindo Group dalam menciptakan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat pesisir.

“Menjaga keseimbangan dan kelestarian ekosistem laut menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan bisnis pelabuhan. Kolaborasi penanaman mangrove ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung pengendalian abrasi, perlindungan ekosistem pesisir, serta pencapaian target keberlanjutan dan Net Zero Emission,” ujarnya.

Sementara itu, Indrianisari, Sekretaris Perusahaan PT Energi Pelabuhan Indonesia, menyampaikan bahwa pelaksanaan program TJSL ini merupakan bagian dari komitmen PT Energi Pelabuhan Indonesia dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, khususnya pada pilar lingkungan.

“Sebagai perusahaan yang berperan dalam penyediaan dan pengelolaan energi di kawasan pelabuhan, EPI memandang keberlanjutan lingkungan pesisir sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan ekosistem maritim dan operasional pelabuhan nasional,” ungkapnya.

Selain memberikan manfaat lingkungan, program ini juga diharapkan menghadirkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil pengukuran Social Return on Investment (SROI), program ini memiliki rasio 1 : 2,29, yang menunjukkan bahwa setiap investasi sosial sebesar Rp1 mampu menghasilkan nilai manfaat sosial sebesar Rp2,29 bagi penerima manfaat langsung.

Pelaksanaan program kolaborasi TJSL ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang diusung Pelindo Group, yaitu keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui kolaborasi ini, PT Energi Pelabuhan Indonesia dan PT Jasa Armada Indonesia Tbk menegaskan peran aktifnya dalam mendukung agenda keberlanjutan nasional serta memperkuat sinergi antar anak usaha Pelindo Group dalam menghadirkan program TJSL yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan pesisir Indonesia.