Jakarta, 30 Maret 2022 – PT Energi Pelabuhan Indonesia (“PT EPI”) bersama dengan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok menggelar acara Forum Ecoport dengan tajuk “Towards Green Port of Tanjung Priok by Shore to Ship Power Connection”. Acara ini dilaksanakan secara luring dan daring melalui Aplikasi Zoom (hybrid), pelaksanaan secara luring bertempat di Hotel Aston City Kemayoran.

Acara dibuka oleh Plt Dirjen Perhubungan Laut, Dr. Capt. Mugen Suprihatin Sartoto, M.Sc, Deputi Koord Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kemenko Marvest, Nani Hendiarti, dan Direktur Utama PT Pelindo (Persero) yang diwakili oleh Regional Head 2, Guna Mulyana. Pada kesempatan ini juga menghadirkan 3 narasumber, yaitu: Dr. Indra Ranu, ST., M.Sc, Dosen Teknik Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya; Rudiyanto, DIrektur PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero); dan Mr. Juergen Lorenz, M.Sc, MBA, Expert on PEMSEA-International Maritime Organization. Peserta Forum berasal dari berbagai kalangan yakni dari Kementerian Perhubungan, Kemenko Marvest, KSOP dari seluruh Indonesia, Stakeholders Pelabuhan, Agen Pelayaran, Sekolah Tinggi dibawah Kementerian Perhubungan dan Group PT Pelindo (Persero).

Pelaksanaan acara ini bertujuan untuk membahas bagaimana layanan Shore to Ship dapat mendukung kampanye Green Port dan Smart Port sebagaimana hasil dari UN Climate Change Conference 2021 Glasgow, serta memberikan banyak manfaat terutama bagi pengguna jasa kepelabuhanan.

Shore Power Connection merupakan penyediaan tenaga listrik dari pelabuhan ke kapal di dermaga, dimana mesin utama dan mesin bantunya dimatikan. Shore Power dapat menghemat konsumsi bahan bakar –yang seharusnya digunakan untuk daya kapal saat di pelabuhan– serta mengurangi polusi udara di pelabuhan akibat konsumsi bahan bakar dari permesinan bantu kapal.

PT EPI telah melakukan pelayanan Shore Power Connection di Pelabuhan Tanjung Priok dengan 2 unit Frequency Converter dengan kapasitas terpasang @500 kVA di Kade 208 sd 211. Saat ini Shore to Ship Power Connection telah dimanfaatkan oleh Pelayaran Meratus dimana 5 kapalnya telah siap untuk menerima sumber listrik dari darat. Dan terhadap penggunaan Shore to Ship Power Conection terdapat benefit yang didapatkan oleh perusahaan pelayaran adalah penghematan biaya antara 15% s.d 30% dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar fosil.

Selanjutnya untuk mendukung G20 yang memiliki tujuan untuk mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif, penerapan Shore to Ship Power Connection diharapkan menjadi salah satu terobosan untuk menanggulangi isu-isu lingkungan yang menjadi fokus G20 yang berkaitan dengan perubahan iklim dan energi global.

Diharapkan Pelabuhan Tanjung Priok dapat mewujudkan Green Port & Smart Port dan menjadi Pilot Project yang dapat diterapkan di seluruh Pelabuhan lain di Indonesia.